Sabtu, 25 Desember 2010

WANITA REMANG-REMANG

Rabu 22 desember, kira-kira malam itu sudah 23.40 wib dimuka tribun bermusik remang-remang dipinggir jalan bersebelahan dengan bank mandiri, duduk tegap laki-laki dengan seorang wanita dengan pakaian pas berdiri disampingnya, tiba-tiba wanita itu mendekatkan wajahnya kea rah bibir si pria, suasana ganjil itu tidak dengan sengaja tersapu mata, perbuatan melanggar syariat dilakukan saat gerimis turun tarun tanpa henti seluruh kawasan ibukota pemerintah Aceh. Seperti tak peduli keadaan, kenderaann masih lalulalang sekitar lintasan itu. malam sunyi itu kebetulan saya melintas dijalan teungku Muhammad daud breueh, untuk menjemput teman diasrama IPPAT (Ikatan Pemuda dan Pelajar Aceh Timur).

Pemandangan ganjil itu membuat hati ini bertanya-tanya, rasa ingin tua terus saja menghantui sepanjang perjalanan menuju Lingkee, sempat terlupa sekejap ketika berada diasrama, karena sobat yang ingin saya cari itu tidak ada ditempat. Jak meureuno rapa i (belajar Rapa i) ditaman ratu safiatuddin, kata teman yang bersebelahan kamar dengan dia. boleh dikatakan agak panik karena jam sudah menunjukkan pukul 24, 15 wib, dia belum juga pulang, saya pun sempat memeriksanya ke taman budaya itu, tapi tidak terlihat tanda-tanda ada kegiatan belajar alat music tradisional itu, munkin mereka sudah kembali saat saya menuju kesini, karena jalur dua munkin yang memisahkan, maka kami tidak bertemu dijalan.
Rasa ingin tau semakin menjadi ketika dalam perjalanan pulang melintas didepan gedung DPRA, mata terus saja menyapu pinggiran jalan teungku Muhammad Daud Beureueh, rupanya gadis-gadis itu masih ditempat yang sama, akhirnya penasaran itu pupus seketika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar